Sabtu, 28 Mei 2011

ada yang bisa kita pelajari dari bagaimana Cara Ayah Marck Zuckerberg Mendidik Anaknya Menjadi Pemuda Terkaya Se-Dunia

Ingin membesarkan anak jadi orang terkaya di dunia? Dr Edward Zuckerberg, ayahanda Mark Zukerberg pendiri jaringan sosial Facebook, membuka rahasia suksesnya.
Kuncinya, kata Edward, mendukung kekuatan dan minat anak serta menjaga keseimbangan antara bekerja dan bermain. Tidak hanya itu ketertarikan Mark terhadap komputer akibat pengenalannya dengan komputer sejak dini.
“Hal ini memperkaya ketertarikan Mark terhadap teknologi,” kata dia seperti dilansir The Associated Press, Jumat 4 Februari 2011.
Edward menceritakan, keluarganya terpapar komputer sejak 1985. Ketika itu Edward, yang berkantor di rumah, mulai melakukan komputerisasi. Mark dibesarkan dalam lingkungan tersebut sejak kecil.
Edward mengaku pengetahuan dia mengenai komputer terbatas. Meski begitu dia kerap menjadikan kantornya padat teknologi. “Saya berusaha memiliki teknologi yang paling mutakhir,” kata dia.
Ia kemudian mengajarkan Mark program komputer. “Tapi kemampuan programming dia selanjutnya adalah otodidak,” kata Edward.
Ayah empat anak itu mengaku hal terpenting dalam membesarkan anak adalah  tidak memaksakan mereka. “Lebih baik mengenali apa kekuatan mereka, dan mendukungnya, serta mendorong pengembangan hal-hal yang mereka sukai,” ujar Edward.
Keluarga Zuckerberg tak menerapkan fisik dalam mendisiplinkan anak-anak mereka. “Saya tidak percaya pada disiplin fisik,” kata dia. Tetapi Edward menambahkan orang tua perlu memberitahu perilaku tertentu adalah perilaku yang tak akan ditolerir.
“Jika Anda menyampaikan ketidaksukaan anda terhadap perilaku negatif tertentu pada usia dini, mereka akan belajar memahami perasaan anda mengenai hal-hal itu,” kata dia.
Meski tak ingin disebut sebagai ahli, dia mengingatkan anak-anak perlu untuk diingatkan, bahwa ada masa bekerja dan bermain.
Edward menggambarkan Mark sebagai murid baik yang tertarik pada matematika dan ilmu pengetahuan. Mark adalah anak pendiam yang tak suka mengumumkan prestasi dia. Ketika Mark dinobatkan sebagai person of the year oleh Majalah Time, anaknya itu hanya berkata, “Pasti tahun ini sepi sekali.”
Edward mengatakan dia bangga atas prestasi Mark, dan seluruh anaknya. Saudara perempuan Mark, Randi, saat ini menjabat sebagai direktur pemasaran Facebook. Donna, adiknya yang lain, seorang kandidat doktor jurusan Klasik di Princeton. Sementara adik bungsu Mark, Arielle saat ini duduk di bangku kuliah di Claremont McKenna College.
Lalu bagaimana pendapat Edward mengenai film The Social Network yang menceritakan ihwal pendirian Facebook, dan sekelumit kisah hidup Mark. “Jika film itu hanya sebuah cerita, dan bukan cerita mengenai anak saya, saya rasa itu adalah hal yang bisa ditoleransi,” kata Edward.
Edward sekarang menikmati kesuksesan anaknya dengan caranya sendiri. Dia menggunakan Facebook sebagai alat promosi praktik dokter giginya. Satu jam sehari dihabiskannya untuk memperbarui akunnya.
Dan satu hal lagi, dia juga masih memeriksa rutin gigi si Mark, putranya yang dinobatkan pemuda terkaya di dunia itu. [VIVAnews

The Power of Relaxation; Sejenak Mengistirahatkan Otak

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stres, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya. “Seberapa berat menurut Anda kira-kira segelas air ini?”
Para siswa menjawab, mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya,” kata Covey.
“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan, jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”
“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya,” lanjut Covey.
“Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi, sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban tersebut.”
“Bukan beban berat yang membuat kita stres, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut,” simpul Covey.
Setiap saat, kita senantiasa perlu belajar masuk ke dalam ketenangan dan keheningan, dan belajar melepaskan semua beban di kepala kita. Bagaimana caranya? Cukup dengan menyadari saja dan rileks, serta membiarkan otak kita istirahat dari aktivitas berpikir yang tidak perlu.
Pikiran akan selalu memilah, menghakimi, dan mengikuti cara berpikir yang dianggap benar olehnya. Bila kita berpikir tanpa disertai kesadaran bahwa kita sedang berpikir, maka kita akan terseret oleh permainan pikiran yang tidak ada habisnya.
Pada saat kita merasa marah dan frustrasi, pastilah pikiran kita sangat ribut dan tidak dapat berpikir dengan jernih. Apa yang dapat kita lakukan saat itu agar dapat merasa lebih baik? Satu-satunya adalah mengistirahatkan otak kita dari aktivitas berpikir yang kalut, dan itu bisa dilakukan dengan banyak cara.
Ada yang dengan mendengarkan musik sehingga pikirannya teralihkan. Ada yang dengan pergi jalan-jalan. Ada yang dengan curhat. Ada yang dengan memuntahkan segala uneg-unegnya dengan berteriak agar menjadi letih. Ada yang menyerahkan segala-galanya kepada Tuhan atau kepada seseorang yang ia percaya. Ada yang menggunakan mantra untuk menenangkan pikirannya.
Bisa juga dengan menyadari saja dan rileks, dan membiarkan otak kita beristirahat dari segala aktivitas pikiran. Hal ini mirip seperti tidur pulas. Tidak perlu lama-lama, setelah 5–10 menit kita akan merasa lebih segar. Pada saat itu, kita barulah mulai menganalisis kembali dengan menggunakan pikiran. Setelah rileks itu, kita akan lebih bisa berpikir dengan jernih.
Tapi tentu saja, relaksasi ini tidak dapat membuat Anda begitu saja melepaskan semua permasalahan hidup Anda yang telah mengakar dan berurat saraf dalam bawah sadar Anda. Misalnya, rasa takut akan gelap, trauma, minder, dan sebagainya. Relaksasi ini akan membuat Anda lebih bisa berpikir dengan jernih dan melihat situasi dan kondisi dengan lebih baik. Dan berita baiknya, relaksasi ini akan langsung kita rasakan manfaatnya begitu dipraktikkan. Bila Anda sudah terbiasa melakukan hal ini, maka relaksasi akan berlangsung alami dalam kehidupan kita sehari-hari. Apakah Anda sedang berjalan, berbaring, duduk atau berdiri, menunggu di bus, lagi BAB, kita dapat masuk dalam keadaan yang hening.

7 Kebiasaan Sederhana untuk Mempertajam Pikiran

Kebiasaan atau gaya hidup yang sederhana sebenarnya lebih memiliki kemampuan radikal untuk mempertajam cara berpikir kita dan meningkatkan potensi kehidupan kita. Kalau mau sebenarnya kita bisa dengan mudah mengintegrasikan perilaku atau kebiasaan yang sederhana tersebut ke dalam rutinitas hidup kita.
First we form habits, then they form us.
- Rob Gilbert
1. Memberikan tantangan baru kepada pikiran
ni bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan baru, berlatih keterampilan baru atau sekedar menyerap informasi baru. Kita terbiasa dengan rasa nyaman berada di lingkungan yang sudah dikenal dan takut berhadapan dengan yang baru. Padahal pikiran kita sangat mampu menyerap informasi dan beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali asing. Description: Alien
Dalam otak kita suatu perilaku dapat diibaratkan sebagai satu jalan di hutan lebat yang harus diretas, pada saat pertama memang kita seringkali gagal bila bentuknya semacam skill, tapi seiring dengan makin sering dijalani maka jalannya akan berkembang makin lebar. Nah tugas kita adalah memperbanyak percabangan jalan tadi agar pikiran kita bisa terus makin kaya dengan cara-cara baru. Wawasan kita akan makin luas, keterampilan kita makin meningkat dan setidaknya anda akan terhindar dari rasa bosan. Description: Island with a palm tree
2. Perlakukan otak dengan baik

Pikiran atau otak (sebagai organnya) adalah bagian dari tubuh. Memang secara berat hanya kurang lebih 2% akan tetapi bila dikaitkan dengan penyerapan oksigen misalnya otak mengkonsumsi lebih dari 20%. Otak juga harus terjaga dari defisit glukosa. Pernah dengar hipoglikemik? Pada saat kondisi seperti itu biasanya paling sulit diajak mikir. Description: Sick smile
Berikan bahan bakar yang cukup. Makanan yang sehat. Jaga kadar oksigen darah tetap tinggi dengan olahraga teratur. Dan berikan kesempatan istirahat yang cukup. Beberapa literatur menyatakan tidur yang cukup untuk orang dewasa adalah 4-8 jam sehari. Pikiran yang lelah juga menjadi lingkaran setan mengganggu tidur dan sebaliknya tidur yang tidak cukup akan mengganggu cara berpikir. Description: Sleepy smile
3. Kita hidup sekarang, fokus, perhatikan sekarang !
Semenit yang lalu itu sudah jadi sejarah, semenit kedepan masih angan-angan. Kita hidup di saat sekarang, karenanya fokus ! Kita tidak bisa belajar sesuatu atau mengingat sesuatu yang terjadi sekarang bila pikiran kita terjebak di masa lalu atau masa depan.
Jadi jangan biarkan pikiran anda mengembara terlalu jauh (berpanjang angan), alih-alih tinggal di masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan, berpikirlah dan hiduplah pada saat ini. Description: Sun
4. Jika punya rencana, tuliskan.
Jika sesuatu membutuhkan perhatian anda di masa depan (rencana), tulislah rencana anda. Untuk jangka pendek. Tulis saja semacam to-do list. Ngga usah memboroskan otak untuk mengingat hal-hal yang perlu anda lakukan besok. Itu akan sangat membuang kesempatan mendapatkan informasi, melatih skill atau mencoba sesuatu yang baru menjadi berkurang.
Saat sekarang ini sudah cukup banyak gadget yang bisa melakukan fungsi office sederhana seperti ini. Description: Mobile phone
5. Dipelajari berulang-ulang.
Seringkali disebut over-learning. Tujuan utamanya adalah meretensi informasi. Bila ia merupakan kegiatan atau praktek, maka lama-kelamaan akan berubah menjadi terampil. Sbgmana disebutkan di point 1., keterampilan baru sama seperti jalan setapak baru. Pertama memang harus sulit. Semakin lama dipelajari akan semakin mudah. dan bahkan kita bisa lebih santai dalam melakukannya.
Terlebih bila kita harus melakukannya dengan sedikit bantuan eksternal, maka kita harus lebih rajin berlatih. Contohnya seorang orator, orator yang baik justru akan mempelajari bahan yang akan disampaikan. Dokter bedah, pianis konser, dan masih banyak profesi lainnya.
6. Membina hubungan baik
Membina hubungan baik dengan orang di sekitar kita. Bahkan mungkin yang lebih bersifat meningkatkan semangat akan mempertajam pikiran. Karena otak manusia yang sedang dalam keadaan stress memikirkan hubungan dengan rekan kerja, keluarga, masyarakat cenderung bekerja tidak optimal.
Manusia adalah makhluk sosial. interaksi rutin yang baik dengan teman-teman dekat dan keluarga akan mengurangi masalah-masalah yang perlu dipikirkan dan akan meningkatkan gairah kerja.
7. Selalu bersikap positif dan selalu dapatkan alasan untuk tersenyum
Semakin sering kita merasa positif akan juga membuat semakin mudah kita melakukan apa yang sedang kita kerjakan. Bila anda menggabungkannya dengan 6 poin di atas efeknya akan berlipat-lipat. Kita sudah sering dengar cerita berpikir dan merasa positif (positive thinking & positive feeling) yang selalu mengawali cerita-cerita sukses.

10 Cara Mempertajam Pikiran

Siapa bilang penyakit lupa alias tidak ingat itu cuma konsumsi para lansia? Karena mereka yang masih muda-muda pun bisa saja mengidap penyakit tulalit alias pelupa layaknya yang tua-tua.

Banyak faktor yang menjadi biang keladi munculnya gangguan kelupaan tersebut, mulai dari makanan yang dikonsumsi, pekerjaan yang menumpuk serta kesibukan-kesibukan lainnya.

Belum lagi dengan keakraban orang muda dengan berbagai perangkat teknologi modern. Telepon selular, komputer, e-mail, hingga internet, disebut-sebut sebagai piranti teknologi yang bisa memaksa tubuh dan otak terus bekerja selama 24 jam.

Nah, hiruk-pikuknya aktivitas tersebutlah yang konon bisa memicu hilangnya kemampuan otak untuk mengingat-ingat.

Namun begitu, gangguan kelupaan tersebut tetap bisa diatasi, kok. Dengan mengikuti beberapa tips sederhana ini, mudah-mudahan penyakit lupa tersebut bisa dihindari:

1. Fokuskan diri untuk mendengar dan kurangi berbicara. Pasalnya, dengan mendengar akan mendorong kita untuk lebih berkonsentrasi.

2. Disiplin berdiet. Melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi makanan yang kaya protein, di samping juga buah dan sayuran, akan memberikan suntikan 'tenaga' bagi otak.

3. Usahakan untuk mengurangi bahkan mungkin menghindari pergaulan dengan mereka yang selalu berpikiran negatif. Sebaliknya kembangkan selalu pemikiran positif. Karena berpikir positif itu bisa menstimulir proses kerja otak.

4. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Pasalnya lemak-lemak tersebut bisa menyumbat saluran arteri yang tengah menyuplai darah ke otak.

5. Baca, baca, dan baca. Banyak membaca dengan diselingi bermain puzzle merupakan latihan yang sangat baik bagi otak. Karenanya, isilah waktu senggang Anda dengan berbagai jenis bacaan, dari yang fiksi hingga yang berat sekalipun nggak apa-apa kok.

6. Minumlah vitamin, khususnya vitamin E dan suplemen yang mengandung unsur seng. Berbagai penelitian menunjukkan kalau kedua unsur tersebut bisa membantu memperlambat proses penuaan dini serta meningkatkan kemampuan ingatan.

7. Jangan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Terlalu banyak alkohol konon akan membunuh sel-sel otak secara perlahan-lahan, lho.

8. Rencanakan selalu aktivitas berinteraksi dengan orang lain. Karena yang namanya bersosialisasi itu konon bisa mengusir rasa malas pada otak.

9. Hindari mengkonsumsi obat-obatan yang tidak perlu. Menurunkan berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol dalam tubuh terkadang lebih ampuh dengan diet dan olahraga ketimbang obat-obatan. Selain itu usahakan untuk mempelajari dan mengetahui efek samping dari obat-obatan yang Anda minum. Obat tidur misalnya, konon bisa mengakibatkan hilangnya memori.

10. Cobalah untuk menjadwalkan olahraga secara rutin dalam agenda Anda. Pasalnya, aktivitas tersebut bisa melancarkan sirkulasi darah ke otak.

Rabu, 25 Mei 2011

Memori

Disusun oleh: Judithia A. Wirawan, Psi., Msi.

Dalam lingkup ilmu Psikologi, ada beberapa teori mengenai Memori yang dikemukakan oleh para ahli. Di bawah ini akan dibahas beberapa dari teori-teori tersebut.

ASSOCIATION MODEL (MODEL ASOSIASI)
Teori awal mengenai Memori dikenal sebagai Association Model (Model Asosiasi). Menurut model ini, memori merupakan hasil dari koneksi mental antara ide dengan konsep. Tokoh yang terkenal mendukung teori ini antara lain adalah Ebbinghaus yang melakukan beberapa penelitian, antara lain mengenai fungsi lupa serta savings. Grafik di bawah menunjukkan salah satu hasil penelitian yang menunjukkan tingkat retensi yang makin rendah dengan berjalannya waktu.


Image

COGNITIVE MODEL (MODEL KOGNITIF)
Cognitive Model (Model Kognitif) mengatakan bahwa Memori merupakan bagian dari information processing. Teori ini mencoba menjelaskan bahwa manusia memiliki tiga macam Memori sebagai berikut:

* Memori Sensoris: Memori Sensoris didefinisikan sebagai ”momentary lingering of sensory information after a stimulus is removed.” Diterjemahkan secara bebas, kalimat di atas bermakna bahwa Memori Sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil. Tidak semua informasi yang tercatat dalam Memori Sensoris akan disimpan lebih lanjut ke Memori Jangka Pendek atau Jangka Panjang, karena manusia akan melakukan proses selective attention, yaitu memilih informasi mana yang akan diproses lebih lanjut.
* Memori Jangka Pendek: Memori Jangka Pendek disimpan lebih lama dibanding Memori Sensoris. Memori ini berisi hal-hal yang kita sadari dalam benak kita pada saat ini. Otak kita dapat melakukan beberapa proses untuk menyimpan apa yang ada di Memori Jangka Pendek ke dalam Memori Jangka Panjang, misalnya rehearsal (mengulang-ulang informasi di dalam benak kita hingga akhirnya kita mengingatnya) atau encoding (proses di mana informasi diubah bentuknya menjadi sesuatu yang mudah diingat). Salah satu contoh konkret proses encoding adalah ketika kita melakukan chunking, seperti ketika kita mengingat nomor telepon, di mana kita akan berusaha membagi-bagi sederetan angka itu menjadi beberapa potongan yang lebih mudah diingat.
* Memori Jangka Panjang: Memori Jangka Panjang adalah informasi-informasi yang disimpan dalam ingatan kita untuk keperluan di masa yang akan datang. Ketika kita membutuhkan informasi yang sudah berada di Memori Jangka Panjang, maka kita akan melakukan proses retrieval, yaitu proses mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan tersebut. Proses retrieval ini bisa berupa:
o Recognition: Mengenali suatu stimulus yang sudah pernah dialami sebelumnya. Misalnya dalam soal pilihan berganda, siswa hanya dituntut untuk melakukan recognition karena semua pilihan jawaban sudah diberikan. Siswa hanya perlu mengenali jawaban yang benar di antara pilihan yang ada.
o Recall: Mengingat kembali informasi yang pernah disimpan di masa yang lalu. Misalnya ketika saksi mata diminta menceritakan kembali apa yang terjadi di lokasi kecelakaan, maka saksi tersebut harus melakukan proses recal.

Retrieval bisa dibantu dengan adanya cue, yaitu informasi yang berhubungan dengan apa yang tersimpan di Memori Jangka Panjang. Terkadang kita merasa sudah hampir bisa menyebutkan sesuatu dari ingatan kita namun tetap tidak bisa; fenomena ini disebut tip of the tounge. Misalnya ketika kita bertemu dengan kenalan lama dan kita yakin sekali bahwa kita mengingat namanya namun tetap tidak dapat menyebutkannya.

TULVING’S THEORY OF MULTIPLE MEMORY SYSTEMS
Menurut Tulving, Memori dapat dilihat sebagai suatu hirarki yang terdiri dari tiga sistem Memori:

* Memori Prosedural: Memori mengenai bagaimana caranya melakukan sesuatu, misalnya Memori mengenai bagaimana caranya mengupas pisang lalu memakannya. Memori ini tidak hanya dimiliki manusia, melainkan dimiliki oleh semua makhluk yang mempunyai kemampuan belajar, misalnya binatang yang mengingat bagaimana caranya melakukan akrobat di sirkus.
* Memori Semantik: Memori mengenai fakta-fakta, misalnya Memori mengenai ibukota-ibukota Negara. Kebanyakan dari Memori Semantik berbentuk verbal.
* Memori Episodik: Memori mengenai peristiwa-peristiwa yang pernah dialami secara pribadi oleh individu di masa yang lalu. Misalnya Memori mengenai pengalaman masa kecil seseorang.

Tulving mengajukan bukti adanya sistem memori yang terpisah-pisah seperti di atas antara lain melalui:

* Amnesia: Adanya amnesia yang berbeda-beda, misalnya penderita amnesia yang melupakan semua Memori Episodik (pengalaman masa lalu), tapi masih mengingat Memori Prosedural.
* Penyakit Alzheimer’s yang juga hanya menyerang sistem memori tertentu saja.

CARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMORI
Para ahli masih memperdebatkan apakah Memori merupakan suatu trait (sifat) atau skill (kemampuan). Trait merupakan sesuatu yang stabil dan tidak dapat ditingkatkan, sedangkan skill merupakan sesuatu yang bisa dipelajari dan ditingkatkan.
Orang yang memiliki kemampuan Memori yang sangat tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

* Proses encoding yang majemuk dan bermakna.
* Memiliki banyak cue dengan asosiasi tinggi
* Banyak latihan

Contoh orang-orang dengan kemampuan Memori yang tinggi:

* Steve Faloon: dapat mengingat deretan angka yang panjang
* John Conrad: dapat mengingat pesanan makanan di restoran dengan sangat baik
* Rajan: dapat mengingat angka phi

Bagi orang normal, ada cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Memori, antara lain:

* Mnemonic: Menciptakan asosiasi antar hal yang harus diingat.
* Method of loci: Berusaha menciptakan gambaran seperti peta di benak kita dan mengasosiasikan tempat-tempat dalam peta itu dengan hal yang ingin diingat.
* Peg word/ irama: Mengasosiasikan kata yang ingin diingat dengan kata lain yang berirama.
* Menggunakan bayangan visual, misalnya John Conrad menggunakan bayangan visual untuk mengingat pesanan makanan dari para tamu.
* Memahami hal yang harus diingat, dan tidak hanya menghafalkan di luar kepala. Hal yang dipahami akan diingat lebih lama daripada hafalan luar kepala.
* Konteks ketika suatu hal sedang dipelajari sama dengan konteks ketika hal tersebut harus diingat kembali (encoding specificity)
* Memori akan baik ketika individu merasa terlibat secara emosional, namun keterlibatan emosional tidak terlalu tinggi.
* Menggunakan sebanyak mungkin cue ketika berusaha mengingat sesuatu.
* Memori akan lebih baik jika sesuatu dipelajari berulang kali walaupun masing-masing sesi cukup pendek, daripada mempelajari sesuatu dalam satu sesi yang panjang. Jadi, lebih baik mempelajari sesuatu dalam 3 sesi terpisah yang masing-masing lamanya 20 menit daripada 1 sesi yang lamanya 1 jam.
* Memori akan lebih baik jika bahan pelajaran disimpan dalam beberapa cara, misalnya mengingat suatu pelajaran baik dari segi visual maupun audio akan lebih baik daripada hanya salah satu saja.

Kamis, 19 Mei 2011

Agar Berbicara Lebih Menyakinkan

Jose Benki memiliki ketertarikan meneliti pidato dan dunia psikolinguistik. Ilmuwan dari University of Michigan ini mengatakan, orang yang kecepatan bicaranya sekitar 3,5 kata per detik, akan lebih berkemungkinan disetujui pendengarnya daripada orang yang berbicara lebih cepat atau lebih lambat.

Benki meneliti 1.380 hasil rekaman telepon yang dilakukan oleh 100 orang yang meminta orang lain berpartisipasi dalam sebuah survei. Hasil rekaman itu lalu dianalisis kelancaran dan kedalaman suaranya, dan korelasi kedua variabel itu terhadap kemampuan partisipan dalam meyakinkan orang lain.

Hasilnya, pria yang suaranya tinggi cenderung lebih rendah kemampuan persuasinya dibandingkan pria bersuara lebih dalam. Tapi kedalaman suara tidak menunjukkan pengaruh signifikan bagi perempuan.

Para peneliti juga memeriksa penggunaan jeda dalam berbicara. Mereka menemukan, orang yang bicara dengan menerapkan jeda-jeda pendek yang lebih sering, akan cenderung lebih mampu mempersuasi orang lain ketimbang orang yang bicaranya terlalu lancar.

“Penggunaan jeda yang dimaksud adalah sekitar 4-5 kali per menit,” ungkap Benki.

Pewawancara tidak membuat jeda sama sekali, adalah yang paling rendah tingkat persetujuannya. Namun orang yang bicara dengan terlalu banyak jeda, walaupun dianggap gagap, mereka justru memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi daripada orang yang bicaranya terlalu lancar. [mor]

Minggu, 15 Mei 2011

6 Prinsip Cara Berpikir Seorang Pemimpin Bernama Muhammad

Seorang pemimpin dinilai bagaimana dia bersikap dan bertindak dalam kepemimpinannya. Salah satu yang terpenting adalah kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan, efektifitas sebuah kebijakan dan bagaimana dampak atas kebijakan tersebut.

Sebuah keputusan lahir dari sebuah proses berpikir. Bermula dari cara pandang seseorang dalam menilai sesuatu yang kemudian berpengaruh terhadap cara berpikirnya. Cara berpikir yang dilandasi cara pandang tadi akan menjadi penentu, tepat atau tidaknya keputusan seorang pemimpin dalam mengambil kebijakan.

Kebijakan seorang pemimpin seringkali berpengaruh terhadap banyak orang dan ruang lingkup serta waktu yang lebih luas. Kesalahan dalam mengambil sebuah keputusan dalam memilih sebuah kebijakan akan berujung pada kegagalan suatu program atau bahkan kehancuran sebuah negara dan bangsa.



Bagaimana cara Muhammad saw berpikir?

Sebagian besar dari kita pernah mendengar tentang kepemimpinan seorang Muhammad saw. Dalam masa 22 tahun beliau sanggup mengangkat derajat bangsa Arab dari bangsa jahiliah yang diliputi kebodohan dan keterbelakangan menjadi bangsa terkemuka dan berhasil memimpin banyak bangsa di dunia. Orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya merasakan kelembutan, kasih sayang dan penghormatan dari seorang pemimpin bernama Muhammad.

Cara berpikir Muhammad saw yang lurus terlahir dari cara pandangnya yang juga lurus terhadap hidup dan kehidupan ini. Cara berpikir yang lurus tadi menghasilkan sebuah keputusan yang tepat sekaligus dapat diterima semua pihak.

Inilah cara berpikir Muhammad saw tersebut :

1. Beliau menomorsatukan fungsi sebagai landasan dalam memilih orang atau sesuatu, bukan penampilan atau faktor-faktor luar lainnya

Keempat sahabat yang dikenal sangat dekat dengan Beliau, yakni Abu Bakar Assidiq, Umar ibnu Khattab, Ustman ibnu Affan dan Ali ibnu Abi Tholib adalah gambaran jelas kemampuan Muhammad saw dalam melihat fungsi. Keempat sahabat tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri dalam era kepemimpinan Muhammad saw, yaitu :

- Abu Bakar Assidiq yang bersifat percaya sepenuhnya kepada Muhammad saw, adalah sahabat utama. Ini bermakna kepercayaan dari orang lain adalah modal utama seorang pemimpin.

- Umar ibnu Khattab bersifat kuat, berani dan tidak kenal takut dalam menegakkan kebenaran. Ini bermakna kekuasaan akan efektif apabila ditunjang oleh semangat pembelaan terhadap kebenaran dengan penuh keberanian dan ditunjang kekuatan yang memadai.

- Ustman ibnu Affan adalah seorang pedagang kaya raya yang rela menafkahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Muhammad saw. Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah pendanaan. Sebuah kepemimpinan akan lebih lancar apabila ditunjang kondisi ekonomi yang baik dan keuangan yang lancar. Dan juga dibutuhkan pengorbanan yang tulus dari pemimpinnya demi kepentingan orang banyak.

- Ali ibnu Abi Thalib adalah seorang pemuda yang berani dan tegas, penuh ide kreatif, rela berkorban dan lebih suka bekerja dari pada bicara. Kepemimpinan akan menjadi semakin kuat karena ada regenerasi. Tidak ada pemimpin yang berkuasa selamanya, dia perlu menyiapkan penerus agar rencana-rencana yang belum terlaksana bisa dilanjutkan oleh generasi berikutnya.



2. Beliau mengutamakan segi kemanfaatan daripada kesia-siaan

Tidak ada perkataan, perbuatan bahkan diamnya seorang Muhammad yang menjadi sia-sia dan tidak bermakna. Pilihan terhadap kurma, madu, susu kambing dan air putih sebagai makanan yang bermanfaat untuk tubuh adalah salah satu contohnya. Bagaimana sukanya Muhammad terhadap orang yang bekerja keras dan memberikan manfaat terhadap orang banyak dan kebencian beliau terhadap orang yang menyusahkan dan merugikan orang lain adalah contoh yang lain.



3. Beliau mendahulukan yang lebih mendesak daripada yang bisa ditunda

Ketika ada yang bertanya kepadanya, mana yang harus dipilih apakah menyelamatkan seorang anak yang sedang menghadapi bahaya atau meneruskan shalat, maka beliau menyuruh untuk membatalkan shalat dan menyelamatkan anak yang sedang menghadapi bahaya.



4. Beliau lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri

Ketika datang wahyu untuk melakukan hijrah dari kota Makkah ke Madinah, Muhammad Saw baru berangkat ke Madinah setelah semua kaum Muslimin Makkah berangkat terlebih dulu. Padahal saat itu beliau terancam akan dibunuh, namun tetap mengutamakan keselamatan kaumnya yang lebih lemah.

Ketika etnik Yahudi yang berada di dalam kekuasaan kaum Muslimin meminta perlindungan kepadanya dari gangguan orang Islam di Madinah, beliau sampai mengeluarkan pernyataan : Bahwa barang siapa yang mengganggu dan menyakiti orang-orang Yahudi yang meminta perlindungan kepadanya, maka sama dengan menyatakan perang kepada Allah dan Rasulnya. Padahal tindakan demikian bisa menjatuhkan kredibilitas Beliau di mata kelompok-kelompok etnik Arab yang sudah lama memusuhi etnik Yahudi.



5. Beliau memilih jalan yang tersukar untuk dirinya dan termudah untuk umatnya

Apabila ada orang yang lebih memilih mempersulit diri sendiri dari pada mempersulit orang lain, maka dia adalah para Nabi dan Rasul. Begitu pun dengan Muhammad saw. Ketika orang lain disuruh mencari jalan yang termudah dalam beragama, maka Beliau memilih untuk mengurangi tidur, makan dan shalat sampai bengkak kakinya.

Ketika dia menyampaikan perintah Allah Swt kepada umat untuk mengeluarkan zakat hartanya hanya sebesar 2,5 bagian saja dari harta mereka, dia bahkan menyerahkan seluruh hartanya untuk perjuangan dan tidak menyisakan untuknya dan keluarganya, kecuali rumah yang menempel di samping mesjid, satu dua potong pakaian dan beberapa butir kurma atau sepotong roti kering untuk sarapan. Sampai-sampai tidurnya hanya di atas pelepah korma.

Seperti pernah dia bertanya kepada Aisyah ra. Istrinya apakah hari itu ada sepotong roti kering atau sebiji korma untuk dimakan. Ketika istrinya berkata bahwa tidak ada semua itu, maka Muhammad Saw mengambil batu dan mengganjalkannya ke perut untuk menahan lapar.



6. Beliau lebih mendahulukan tujuan akhirat daripada maksud duniawi

Para Nabi dan Rasul adalah orang-orang terpilih sekaligus contoh teladan bagi kita. Muhammad Saw menunjukkan bahwa jalan akhirat itu lebih utama daripada kenikmatan dunia dengan seluruh isinya ini. Karena pandangannya yang selalu melihat akhirat sebagai tujuan, maka tidak ada yang sanggup menggoyahkan keyakinannya untuk menegakkan kebenaran.

“Seandainya kalian letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, maka aku tidak akan berhenti dalam menyampaikan risalah ini.” Demikian Muhammad Saw berkata kepada para pemimpin Quraisy yang mencoba menyuap Muhammad Saw dengan harta benda, menjanjikan kedudukan tertinggi di kalangan suku-suku Arab dan juga menyediakan wanita-wanita cantik asalkan Muhammad Saw mau menghentikan dakwahnya di kalangan mereka.